Raising the Bar for Football Professionalism: PSSI Gelar Classroom Edukasi untuk Operasional Pertandingan
- Get link
- X
- Other Apps
JAKARTA, NEWSBLOG Untuk memperkokoh dasar sepak bola dalam negeri serta mengoptimalkan kualitas proses pertandingan, PSSI merilis kurikulum pendidikan baru yang diberi nama "Kelas PSSI".
Rencana program ini adalah membangun platfom belajar daring untuk semua pihak yang terlibat dalam dunia sepak bola di Indonesia.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi yang membuka kegiatan ini menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta.
"Terimakasih atas partisipasi dan atensinya kepada seluruh peserta perwakilan semua Asosiasi Provinsi PSSI. Semoga melalui PSSI Classroom ini dapat memberikan ilmu dan pengetahuan tentang pentingnya pelaksanaan pertandingan yang lancar dan aman," kata Yunus Nusi, Minggu (25/5/2025).
Ia menjelaskan, program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi lintas peran untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional.
"Pendidikan Kelas PSSI bukan saja meningkatkan pengetahuan teknis, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman. LGC, LMO, serta LSO diharapkan dapat bekerjasama dengan baik guna menyelenggarakan laga yang profesional," terangnya.
Salah satu pertemuan penting dalam seri awal PSSI Classroom adalah Match Operation Workshop yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (22/5/2025).
Sesi kali ini mengutamakan penegasan kembali fungsi dari ketiganya elemen esensial yang ada di dalam penyelenggaraan pertandingan tersebut: Local General Coordinator (LGC), Local Media Officer (LMO), dan Local Security Officer (LSO).
Workshop itu dihadiri oleh 195 peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka menjabat sebagai perwakilan dari 38 AsosiasiProvinsi (Asprov) PSSI.
Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme dan komitmen daerah dalam meningkatkan profesionalisme di tingkat lokal.
Inisiatif ini merupakan tahap penting untuk mengkoordinasikan penyelenggaraan laga pada berbagai tingkat kejuaran.
Mulai dari BRI Liga 1, Pegadaian Liga 2, PNM Liga Nusantara, Liga 4 Indonesia, hingga Piala Soeratin, Piala Pertiwi, dan Elite Pro Academy Liga 1.
Salah satu peserta dari Kalimantan Timur, Brillian Sanjaya (LMO) menyampaikan kesannya terhadap program ini.
"Kepada PSSI saya ucapkan terima kasih atas langkah istimewa mereka kali ini. Kami belajar banyak hal baru, termasuk prosedur operasional berdasarkan peraturan paling mutakhir. Semua pengetahuan ini akan sangat berguna bagi kami ketika bertanding nantinya," katanya.
PSSI Classroom turut muncul sebagai wadah pendidikan terbuka bagi pengurus Asprov, klub, pelatih, official pertandingan, sampai institusi afiliasi.
Menggunakan metode yang bervariasi dan fleksibel, program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran aplikatif dalam praktek sehari-hari.
Di masa mendatang, Yunus Nusi menyebutkan bahwa agar PSSI Classroom menjadi program pendidikan yang terus-menerus untuk meningkatkan mutu pengelolaan laga serta memacu perkembangan sepak bola di Indonesia menuju era yang lebih moderen dan profesional.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment